Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
6.6.15
8.3.15
Singapura haramkan festival FMFA
SINGAPURA - Menyusul insiden maut akibat konsumsi obat pada festival Musik Masa Depan Asia (FMFA) yang berlangsung di Kuala Lumpur tahun lalu, Singapura mengambil langkah melarang pementasan tersebut.
Mengutip laporan AFP, penyelenggara FMFA sudah mengajukan dua permohonan sebelum ini namun pemerintah Singapura menolak banding saat akhir penyelenggara tersebut.
"Pemerintah memberi pertimbangan cermat terhadap permohonan penyelenggara sebelum menolaknya," menurut pernyataan singkat dari Kementerian Dalam Negeri Singapura.
Livescape Singapore mengatakan, festival musik tarian itu seharusnya diadakan pada 13 dan 14 Maret dan diharapkan dapat menarik hingga 20.000 penonton.
Beberapa DJ terkenal juga diundang termasuk Avicii, afrojack dan Fatboy Slim.
Tahun lalu enam orang mati dan 16 lagi dirawat di Jakarta dalam pesta semacam itu.
http://www.sinarharian.com.my/global/singapura-haramkan-festival-fmfa-1.366451.
7.3.15
Palestina boikot produk perusahaan Israel
RAMALLAH - Palestina. Komite Nasional Palestina mengumumkan langkah tegas mereka untuk memboikot produk dirilis enam perusahaan utama Israel di seluruh Tepi Barat mulai hari ini.
Ketua panitia, Mahmoud al-Aloul menginformasikan pengecer diberi waktu dua minggu untuk menarik semua produk dihasilkan perusahaan Tnuva, Strauss, Osem, Elite, Prigat dan Jafora.
"Tindakan memboikot produk Israel harus menjadi strategi yang jelas dan konsisten. Ia juga adalah sebagai reaksi terhadap keputusan Tel Aviv yang berkelanjutan membekukan hasil pajak milik Palestina," tegasnya.
Kemarin, Ketua Otoritas Bea Palestina, Ibrahim al-Jazarah memberitahu bahwa mereka akan mengawasi pelaksanaan perintah itu di daerah di mana semua produk tersebut dikirim secara langsung ke pengecer. - Press TV
http://www.sinarharian.com.my/global/palestin-boikot-produk-syarikat-israel-1.359145.
Ketua panitia, Mahmoud al-Aloul menginformasikan pengecer diberi waktu dua minggu untuk menarik semua produk dihasilkan perusahaan Tnuva, Strauss, Osem, Elite, Prigat dan Jafora.
"Tindakan memboikot produk Israel harus menjadi strategi yang jelas dan konsisten. Ia juga adalah sebagai reaksi terhadap keputusan Tel Aviv yang berkelanjutan membekukan hasil pajak milik Palestina," tegasnya.
Kemarin, Ketua Otoritas Bea Palestina, Ibrahim al-Jazarah memberitahu bahwa mereka akan mengawasi pelaksanaan perintah itu di daerah di mana semua produk tersebut dikirim secara langsung ke pengecer. - Press TV
http://www.sinarharian.com.my/global/palestin-boikot-produk-syarikat-israel-1.359145.
Palestina henti kerjasama keamanan
RAMALLAH - Palestina. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah memutuskan untuk mengakhiri semua kerjasama keamanan dengan Israel.
Menurut sebuah laporan dipublikasikan pada Kamis, keputusan itu dibuat Dewan Pusat Palestina (PCC) dipimpin Presiden Mahmoud Abas pada satu pertemuan selama dua hari di Ramallah.Menurut Press TV, PCC mengatakan, keputusan itu terpaksa diambil karena Israel telah melanggar perjanjian bilateral selain membatasi dan menolak menyerahkan hasil pengumpulan pajak kepada Palestina.
"Setiap bentuk koordinasi keamanan dengan pemerintah Israel akan dihentikan. Jadi, kami tidak lagi mematuhi perjanjian yang telah ditandatangani antara kedua pihak," menurut pernyataan dikeluarkan PCC.
Pernyataan itu juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga menentukan tanggal akhir untuk mengakhiri pendudukan Israel agar Palestina bisa menjadi sebuah negara bebas dan berdaulat, selain menyelesaikan masalah pengungsi sesuai resolusi 194.
"Konsep negara Yahudi dan rekomendasi sebuah negara Palestina dengan perbatasan sementara juga ditolak. Kami juga menolak kehadiran tentara Israel dan pemukim ilegal Yahudi di atas bumi Palestina," tambah PCC.
http://www.sinarharian.com.my/.
2.3.15
Tentara Irak mulai gempur ISIS di Salahuddin
BAGHDAD: Tentara Irak melancarkan serangan besar-besaran terhadap militan Negara Islam (ISIS) di provinsi Salahuddin, kubu kelompok pejuang radikal itu di utara Baghdad, kata Perdana Menteri, Haider Al-Abadi.
Abadi turut menginformasikan sudah bertemu dengan pemimpin militer di wilayah tersebut, di mana ribuan anggotanya kini sudah siap untuk berperang.
"Perdana Menteri dan Kepala Angkatan Bersenjata mengumumkan awal kampanye keamanan untuk membebaskan Salahuddin," katanya melalui pernyataan dikeluarkan kantornya.
Dalam komentarnya seperti disiarkan televisi Irak, Abadi mengatakan, militan di wilayah Salahuddin terlibat akan diperintahkan keluar dan pendukung mereka ditawarkan kesempatan terakhir untuk menyerah diri.
"Saya menyeru semua orang yang sudah memilih jalan salah dan membuat kesalahan pada masa lalu untuk meletakkan senjata hari ini.
"Ini adalah kesempatan terakhir mereka. Jika mereka bersikeras untuk tinggal di jalan yang salah, mereka akan menerima hukuman seadilnya karena mereka mendukung terorisme," katanya.
Ribuan tentara dan pejuang dari Hashid Shaabi juga sudah digerakkan untuk kampanye melawan militan itu di wilayah Salahuddin.
Pada Sabtu, penduduk melaporkan pertempuran di sekitar wilayah Samarra setelah pembom bunuh diri meledakkan diri di dekat pasukan keamanan dalam serangan yang mungkin bertujuan mengganggu tentara.
Pengumuman Abadi itu dibuat setelah beberapa percobaan gagal untuk mengekang kemarahan kelompok militan di Tikrit yang mulai maju ke arah Baghdad sejak Juni lalu, sambil menambahkan sebagian besar utara dan barat Irak kini sudah di bawah kontrol mereka.
IS kini dilaporkan berhasil mengontrol beberapa benteng di wilayah Sunni terutama di Salahuddin dan Tigris, termasuk Tikrit, kota kelahiran mantan presiden, Saddam Hussein. - Reuters
http://www.bharian.com.my/node/37816
29.12.13
Luas dan Sebaran Lahan di sumbawa barat (KSB)
Luas
Tanah/Lahan di KSB tahun 2004 adala 184902 hektar, hampir semua
merupakan lahan kering dengan berbagai jenis pemanfaatan (174.571 hektar
atau 94,41%), Lahan sawa seluas 8.822 hektar (4,77%). Lahan Kering di
KSB hampir semuanya merupakan lahan/kawasan hutan luas 140.023 (75,73 %
dari luas KSB). Lahan hutan tersebut sebagian besar merupakan hutan
lindung dan hutan produksi terbatas (sekitar 87,14%), sedang sisanya
12,86 %)berupa hutan produksi hutan tetap, cagar alam dan hutan wisata.
meningikatnya kebutuhan masyarakat dan aktifitas pembangunan, telah
memberikan tekanan yang semakin besar kepada sumberdaya hutan, akibatnya
terjadi degradasi hutan dan meningkatnya luas lahan kritis dalam
kawasan hutan (tahun 2004 seluas 31.014 ha). Selain itu
lahan kritis diluar kawasan hutan juga cukup luas (tahun 2004 seluas
3535,45 ha) sebagai akibat penggunaan lahan yang kurang mempertimbangkan
kaidah konserpasi lahan.
Lahan
kering yang digunakan untuk kegiatan budidaya pertanian dalam arti luas
(selain hutan) berupa tegalan/kebun, ladang/huma, lahan
pengembalaan/padang rumput dan perkebunan dengan total luas 15.171
hektar (8,20 % dari laus KSB), sedang lahan kering dengan penggunaan
lain-lain dan sementara tidak diusahakan seluas 19.377 hektar (10,48 %
dari luas KSB). Lahan kering untuk budidaya pertanian belum dimanfaatkan
secara intensif untuk pengusahaan berbagai jenis tanaman, sedang
pemeliharaan ternak umumnya dilakukan secara ekstensif. Lahan sawah,
baik sawah irigasi maupun sawah tada hujan umumnya dimanfaatkan untuk
kegiatan usaha tani padi dan palawijah (terutama kedele). Sementara itu
lahan penggunaan lainnya berupa sawa-sawa/tidak ditanami, tambak dan
kolam/tebet/empang.
Lahan
KSB yang digunakan sebagai lokasi obyek wisata alam, dalam empat tahun
terakhir berkembang cukup pesat seiring dengan beroperasinya
pertambangan emas P.T NNT diwilayah tersebut. Jumlah lokasi obyek wisata
alam yang potensial di Kabupaten tersebut sebanyak 10 lokasi, terdiri
atas 7 obyek wisata pantai yang ramai dikunjungi Wisatawan mancanegara
dan domistik, diantaranya Pantai Pasir Putih Poto Tano seteluk dan
pulau-pulau kecil disekitarnya, Pantai Poto Batu dan Balat Taliwang,
Pantai Jelenga Jereweh dan Pantai Maluk, serta Pantai Sekongkang.
Sementara itu obyek wisata alam darat dan air yang banyak dikunjungi dan
sekaligus memberikan manfaat ekonomi magi masyarakat di wilayah
tersebut adalah Danau/Lebo Taliwang yang menghasilkan aneka jenis ikan
air tawar.
Sumber :
Sumber :
- http://sumbawabaratkab.go.id/x/index.php/profil-ksb/geografis/luas-dan-sebaran-lahan
Awal terbentuknya sumbawa barat
Upaya untuk mengembangkan daerah otonom baru tentu tidak lepas dari ikhtiar yang berlandaskan pada upaya mensejahterakan masyarakat. Terdapat kecenderungan akselerasi pembangunan berpusat di sekitar pusat pemerintahan, yaitu dikonsentrasikannya kegiatan pembangunan, baik fisik, maupun non fisik pada wilayah ibu kota, maupun wilayah-wilayah kecamatan lainnya. Kesenjangan ini oleh masyarakat cukup dipahami, oleh karena disadari bahwa hal ini disebabkan oleh rentang kendali pemerintahan yang luas.
Atas dasar itulah dan seiring dengan arus gelombang reformasi yang melanda republik ini, serta diperkuat oleh telah diberlakukannya UU No.22/1999 dan UU No. 25/1999, telah terbuka jalan bagi setiap kelompok masyarakat untuk mengekspresikan diri secara bebas dan terbuka. Salah satu bentuk ekspresi diri tersebut adalah pernyataan kehendak untuk membentuk daerah otonom baru dari berbagai kalangan masyarakat yang sebelumnya telah menyatu dalam satu wilayah kekuasaan daerah otonom tertentu. Di antara segmen masyarakat yang mengekspresikan dalam wujud yang demikian itu adalah masyarakat di bagian barat Kabupaten Sumbawa (masyarakat kecamatan-kecamatan Seteluk, Brang Rea, Taliwang, Jereweh, dan Sekongkang).
Ide Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat berangkat dari kenyataan bahwa rentang kendali antara pusat kabupaten dengan masyarakat Sumbawa Barat teramat jauh, sehingga mengakibatkan lambannya pelayanan pemerintah kepada masyarakat, lambannya pemerataan pembangunan, lambannya upaya peningkatan SDM, dan lain sebagainya. Untuk itu, para tokoh masyarakat di Sumbawa Barat segera mencetuskan ide Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat. Ide itu kemudian disosialisasikan kepada seluruh komponen masyarakat di kecamatan-kecamatan Sekongkang, Jereweh, Taliwang, Brang Rea, Seteluk, Alas Barat, Alas, dan Utan Rhee dalam suatu rapat yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 8 (delapan) kecamatan tersebut pada tanggal 10 Maret 2000. pada pertemuan itulah dideklarasikan Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat, dan sekaligus dibentuk Komite Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat (KPKSB) yang kepengurusannya mengakomodir perwakilan delapan kecamatan.
Deklarasi Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat 10 Maret 2000 tersebut merupakan ekspresi dari kemauan politik masyarakat di delapan kecamatan yang diwakili oleh beberapa orang tokoh-tokohnya. Aspirasi tersebut rupanya mendapat respon positif dari Bupati dan DPRD Sumbawa dengan keluarnya Rekomendasi Bupati No. 135/060/PEM/2000 dan Rekomendasi DPRD No. 690/17/2001. Kedua lembaga tersebut dalam rekomendasinya memberikan petunjuk kepada KPKSB untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat di delapan kecamatan.
Pembentukan KPKSB
Peserta deklarasi tersebut kemudian menunjuk beberapa orang menjadi formatur untuk membentuk tim kerja yang bertugas melakukan berbagai hal yang diperlukan bagi terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat. Tim kerja itu bernama Komite Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat (KPKSB) yang diketuai oleh Ustadz Drs. M. Nur Yasin, dan beranggotakan puluhan tokoh dari berbagai komponen masyarakat di delapan kecamatan.
Berdasarkan hasil sosialisasi tersebut, KPKSB melakukan evaluasi dan konsolidasi internal pada tanggal 23 April 2002 yang menghasilkan refreshing kepengurusan KPKSB dan melakukan pengkajian ulang terhadap batas wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Ternyata soliditas masyarakat di 5 (lima) kecamatan berhasil mencapai kesepakatan bersama dengan menetapkan batas wilayah meliputi Kecamatan-Kecamatan Seteluk, Brang Rea, Taliwang, Jereweh, dan Sekongkang, serta menetapkan pula Taliwang sebagai ibukota kabupatennya dengan penyebaran kantor dinas/instansi tingkat kabupaten di 4 (empat) kecamatan lainnya. (Aspirasi Politik Masyarakat Sumbawa Barat & Pemerintah Kabupaten Sumbawa terlampir).
Dengan demikian, Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat ini merupakan gagasan murni dari seluruh komponen masyarakat setempat, termasuk juga di dalamnya kemauan politik pemerintah Kabupaten Sumbawa (eksekutif dan legislatif) agar diberikan kesempatan dan kepercayaan penuh untuk lebih dapat mengatur nasibnya sendiri dalam bentuk kabupaten baru yang lepas dari kabupaten induk yang semata-mata hanya bertujuan untuk mempercepat pengembangan pembangunan menuju masyarakat yang bermartabat dan sejahtera merata di seluruh wilayah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pembentukan KPKSB
Peserta deklarasi tersebut kemudian menunjuk beberapa orang menjadi formatur untuk membentuk tim kerja yang bertugas melakukan berbagai hal yang diperlukan bagi terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat. Tim kerja itu bernama Komite Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat (KPKSB) yang diketuai oleh Ustadz Drs. M. Nur Yasin, dan beranggotakan puluhan tokoh dari berbagai komponen masyarakat di delapan kecamatan.
Berdasarkan hasil sosialisasi tersebut, KPKSB melakukan evaluasi dan konsolidasi internal pada tanggal 23 April 2002 yang menghasilkan refreshing kepengurusan KPKSB dan melakukan pengkajian ulang terhadap batas wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Ternyata soliditas masyarakat di 5 (lima) kecamatan berhasil mencapai kesepakatan bersama dengan menetapkan batas wilayah meliputi Kecamatan-Kecamatan Seteluk, Brang Rea, Taliwang, Jereweh, dan Sekongkang, serta menetapkan pula Taliwang sebagai ibukota kabupatennya dengan penyebaran kantor dinas/instansi tingkat kabupaten di 4 (empat) kecamatan lainnya. (Aspirasi Politik Masyarakat Sumbawa Barat & Pemerintah Kabupaten Sumbawa terlampir).
Dengan demikian, Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat ini merupakan gagasan murni dari seluruh komponen masyarakat setempat, termasuk juga di dalamnya kemauan politik pemerintah Kabupaten Sumbawa (eksekutif dan legislatif) agar diberikan kesempatan dan kepercayaan penuh untuk lebih dapat mengatur nasibnya sendiri dalam bentuk kabupaten baru yang lepas dari kabupaten induk yang semata-mata hanya bertujuan untuk mempercepat pengembangan pembangunan menuju masyarakat yang bermartabat dan sejahtera merata di seluruh wilayah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- http://sumbawabaratkab.go.id/ -
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




